Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » Harga BBM Naik, Sales Sepeda Motor Senang

Harga BBM Naik, Sales Sepeda Motor Senang

Written By rudy on Tuesday, October 21, 2014 | Tuesday, October 21, 2014

JAKARTA – Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla justru dinanti-nanti produsen sepeda motor. Sebab, tingginya harga BBM bersubsidi membuat masyarakat memilih beralih dari mobil ke kendaraan roda dua.

”Tak bisa dimungkiri bahwa sepeda motor lebih irit bahan bakar dibandingkan mobil. Biaya perawatan lebih rendah. Harga suku cadang juga jauh lebih murah dibandingkan mobil. Itu masih jadi alasan dan pertimbangan sebagian besar masyarakat kita membeli kendaraan,” ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata, Senin (20/10).

Karena itu, pihaknya meyakini bakal terjadi pergeseran dari pengguna mobil ke sepeda motor bila pemerintahan baru merealisasikan rencana kenaikan harga BBM. ”Bisa jadi penjualan mobil malah turun dan motor meningkat. Itu selama ini yang terjadi bila harga BBM tinggi. Orang akan balik lagi memakai sepeda motor,” bebernya.

Pihaknya setuju jika pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi karena selama ini beban yang ditanggung negara terlampau besar. Kenaikan harga BBM hanya mengganggu penjualan dalam jangka pendek. ”Dalam jangka panjang, pasar sepeda motor justru akan naik. Selain itu, ekonomi Indonesia akan semakin kukuh. Kita harus berpikir secara makro,” tegasnya.

Dia mencontohkan, dana subsidi seharusnya dapat dialihkan untuk membangun infrastruktur yang lebih baik sehingga distribusi logistik bisa lebih cepat. Dampaknya, harga barang-barang semakin murah, banyak investor yang masuk, dan pembangunan daerah semakin cepat. ”Kalau subsidi dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, justru meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan,” sebutnya.

Bahkan, jika dana subsidi itu digunakan untuk membangun moda transportasi umum, pihaknya yakin penjualan motor tidak terpengaruh karena masyarakat masih memerlukan untuk perjalanan jarak pendek. Mengenai persaingan dengan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC), dia menilai tidak signifikan. ”Harga LCGC masih mahal, bisa 10 kali lipat motor,” ungkapnya.

Tahun ini diperkirakan penjualan motor mendekati 8 juta unit. Hingga September, jumlah motor yang terjual mencapai 6.050.000 unit. Sisanya sekitar 1.950.000 diharapkan terjual pada Oktober–Desember 2014. Penjualan motor di Indonesia merupakan yang terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok (13 juta unit) dan India (12 juta unit). ”Prediksi kami, pada 2017 Indonesia bisa melampaui 10 juta unit,” jelasnya.
 
sumber :  jawapos
Share this post :