Japan : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan promosi langsung ke Jepang dengan mengikuti JATA Tourism Expo Japan di Tokyo Bigsight, sebuah area khusus ekshibisi di Tokyo, Jepang, belum lama ini.
Dalam kegiatan yang diikuti 150 negara tersebut, selain mempromosikan sejumlah tempat wisata di Indonesia, kementerian ini mementaskan berbagai tarian tradisional serta kolaborasi alat musik tradisional Sasando dengan alat musik modern. Selain itu, disajikan pula mewakili kehebatan cita rasa kopi Indonesia, diantaranya 3G Coffee.
“Tidak kalah seru, kopi Indonesia disajikan dengan
sajian tradisional, yaitu kopi tarik yang merupakan salah satu sajian khas asal Aceh,” jelas Quality Grader termuda pemegang sertifikasi Coffe Quality Institute dari Specialty Coffe Association of America (SCAA) tahun 2012, Anggasia Putra Situmeang.
Ia mengaku merasa senang ketika pengunjung yang hadir pada salah satu dari 12 stand Indonesia, demikian antusias menyaksikan aksi sajian tradisional yang dilakoninya sekaligus mendapatkan penjelasan tentang citarasa dan kualitas kopi khas Indonesia. Apalagi kegiatan tersebut merupakan salah satu pameran wisata terbesar di dunia yang menjadi ajang pertemuan bisnis, promosi, dan pertukaran informasi seputar kepariwisataan yang diikuti lebih dari 350 perusahaan biro perjalanan dunia, asosiasi kepariwisataan, perhotelan, transportasi, dan instansi pemerintah.
Dalam kegiatan yang diikuti 150 negara tersebut, selain mempromosikan sejumlah tempat wisata di Indonesia, kementerian ini mementaskan berbagai tarian tradisional serta kolaborasi alat musik tradisional Sasando dengan alat musik modern. Selain itu, disajikan pula mewakili kehebatan cita rasa kopi Indonesia, diantaranya 3G Coffee.
“Tidak kalah seru, kopi Indonesia disajikan dengan
sajian tradisional, yaitu kopi tarik yang merupakan salah satu sajian khas asal Aceh,” jelas Quality Grader termuda pemegang sertifikasi Coffe Quality Institute dari Specialty Coffe Association of America (SCAA) tahun 2012, Anggasia Putra Situmeang.
Ia mengaku merasa senang ketika pengunjung yang hadir pada salah satu dari 12 stand Indonesia, demikian antusias menyaksikan aksi sajian tradisional yang dilakoninya sekaligus mendapatkan penjelasan tentang citarasa dan kualitas kopi khas Indonesia. Apalagi kegiatan tersebut merupakan salah satu pameran wisata terbesar di dunia yang menjadi ajang pertemuan bisnis, promosi, dan pertukaran informasi seputar kepariwisataan yang diikuti lebih dari 350 perusahaan biro perjalanan dunia, asosiasi kepariwisataan, perhotelan, transportasi, dan instansi pemerintah.
sumber : Analisadaily.com
