Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
Home » » Diklaim Merugikan, Nyatanya Minat Calon Karyawan "Outsourcing" Masih Tinggi

Diklaim Merugikan, Nyatanya Minat Calon Karyawan "Outsourcing" Masih Tinggi

Written By rudy on Wednesday, November 5, 2014 | Wednesday, November 05, 2014

Telah marak diberitakan bahwa menjadi pegawai outsourcing lebih banyak ruginya dibandingkan sisi menguntungkan. Alasannya, sebut saja, mulai dari potongan gaji yang besar, minimnya asuransi kesehatan, dan sebagainya. Jika demikian, tentunya sedikit yang berminat untuk menjadi karyawan outsourcing? Ternyata, salah besar!

Lebih lanjut, Kerry membocorkan bahwa database bisa didapat dari mana saja, entah orang-orang terdekat, staf dilapangan, atau bisa juga memasang  iklan di koran. Tahap berikutnya, si calon pegawai outsourcing akan diminta mengikuti tes standar, seperti psikotes dan tes administrasi seperti penggunaan program di komputer.

Kerry menjelaskan bahwa perusahaan miliknya, setidaknya selalu memberikan tiga calon pegawai untuk satu posisi pada perusahaan yang membutuhkan. Setelah itu, jika dirasa perlu perusahaan tersebut bakal melakukan tes lanjutan, seperti wawancara atau langsung dapat memperkerjakan karyawan.

sumber : kompas.com
editor : HN001
Share this post :